Selasa, 30 April 2013

Perekonomian Indonesia Tugas Minggu Ke-2

BUMN dan Parpol Sulit Dipisahkan?

penulis : Maria Natalia | Jumat, 21 Januari 2011 | 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ecky Awal Muharram, mengatakan, hubungan antara badan usaha milik negara dan partai politik tidak terpisahkan. Menurut dia, hubungan ini sudah terjadi sejak era Orde Baru. Pada masa tersebut BUMN hanya dikuasai partai politik tertentu, tetapi saat ini oleh beberapa partai politik seiring dengan bertambahnya jumlah partai politik.
"Ini seperti gradasi warna. Dulu (Orde Baru) kan biasanya kelompok kuning yang menguasai BUMN. Sekarang sudah ada gradasinya, seperti warna biru, hijau, merah. Ya, seperti warna pelangi. Negara ini memang sudah banyak urusan dicampuri politik, termasuk BUMN ini," kata Ecky dalam diskusi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2011).
Pengamat ekonomi, Ikhsan Modjo, mengatakan, saat ini mustahil membebaskan BUMN dari pengaruh politik. Hal ini mengakibatkan sulitnya membedakan antara politisasi dan profesionalitas BUMN. "Sebenarnya mustahil membebaskan BUMN dari partai politik, dari dulu sampai sekarang. Kadang bilangnya mau profesional menjalankan BUMN, tetapi ternyata ada pengaruh politik juga. Ada kelompok biru, kuning, ya kita tahu sendirilah. Itu bukan jadi rahasia lagi," kata Ikhsan.
Namun, ia berpendapat, terlepas dari adanya intervensi politik di tubuh BUMN, jauh lebih penting adalah menjaga BUMN dari perilaku korup. "Mau politisi atau nonpolitisi yang ada di BUMN, kita tetap harus tahu latar belakang siapa dia, siapa yang ada di belakangnya. Kata kuncinya, jangan sampai ada korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam BUMN," kata Ikhsan.

Editor : Inggried
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011/01/21/19405354/
BUMN.dan.Parpol.Sulit.Dipisahkan

Setiyanti Rianta (26212947)
BUMN harus dilepaskan dari lingkaran kekuasaan partai politik karena menjadi sumber KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) serta inefisiensi.
“Hal itu terlihat dari 161 BMN di Indonesia yang beraset sekitar Rp1.000 triliun hanya menghasilkan dividen untuk negara sekitar Rp4 hingga Rp6 triliun. Ini kan menunjukkan BUMN jelas telah tak berfungsi dengan semestinya,” ujar Ary Suta, hari ini.
Penyebab rendahnya dividen dari BUMN itu karena besarnya campur tangan partai politik dalam kegiatan BUMN atau mempengaruhi kebijakan BUMN. Setiap pemegang kekuasaan di Indonesia selama ini telah mencaplok kekayaan BUMN untuk kepentingan politik dan melanggengkan kekuasaan. Salah satu modus operandinya adalah dengan menempatkan orang yang propartai ke dalam BUMN. Untuk itu harus ada ketegasan bahwa partai politik tak boleh menguasai BUMN.
Karut-marut ini sesungguhnya dapat diminimalkan seandainya rencana transformasi perusahaan negara dan Kementerian BUMN diimplementasikan secara konsisten. Sejak dulu didengungkan perlunya sterilisasi BUMN dari “tangan-tangan” politik. Salah satu caranya, dengan memisahkan sejauh mungkin BUMN dari peluang intervensi politik dan birokrasi pemerintahan lewat pembentukan super-holding, yang menggantikan peran Kementerian BUMN. 
Peluang korupsi juga perlu dipersempit dengan memperketat kontrol. Untuk mempermudah pengawasan itu, rencana pemerintah menyusutkan jumlah perusahaan negara menjadi tinggal separuhnya perlu segera direalisasi. Langkah ini pun akan mempercepat proses transformasi dan perbaikan kinerja BUMN. Karena itu, tak perlu pemerintah menunggu BUMN hingga “sekarat” baru dilikuidasi. Peleburan BUMN di sektor perkebunan, kehutanan, konstruksi, dan farmasi bisa menjadi pionir agar performanya menjadi lebih bugar. Dengan sinergi ini, diharapkan perusahaan-perusahaan pelat merah nantinya tak hanya mampu sejajar dengan swasta lokal, tapi juga mampu bersaing di kancah global. Untuk mewujudkan hal itu, sudah sepatutnya ego sektoral kementerian teknis yang menaungi BUMN dikesampingkan. Dan yang terpenting, dibutuhkan keberanian pemerintah melakukan terobosan, meski bisa jadi kebijakan ini tak populer dan menuai kritik tajam.

Siti Latifah (27212060)

Dalam partai politik BUMN sangat berperan penting dalam mewujudkan perkembangan mobilitas modal,investasi, dan senantiasa aktif memperjuangkan terbinanya ketertiban serta keadilan sosial (begitu juga dengan PARPOL). Partai dikatakan maju apabila telah meneguhkan prinsip yang di janjikannya kepada rakyat dan membuktikannya tanpa banyak bicara/janji-janji palsu, itulah sikap bijaksana dalam sebuah politik. Sebenarnya sulit untuk membebaskan PARPOL dari BUMN, diakibatkan karena ketidak profesionalan pemimpinnya. Namun investasi politik di tubuh BUMN jauh lebih penting dalam menjaga BUMN dari perilaku Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Begitu banyaknya partai politik pada zaman orde baru sekarang ini. Negara ini memang sudah banyak urusan-urusan yang dicampuri politik termasuk BUMN ini. Tetapi itu semua bukan alasan bagi para pemimpin untuk bisa selalu ikut campur, apa lagi keuangan Indonesia sekarang ini menurun diakibatkan para pemimpin dan anggotanya yang selalu berbuat korupsi terhadap uang milik Negara, bahkan kolusi pun juga dilakukannya. “Kolusi sebenarnya memiliki arti persengkokolan / kerja sama secara diam-diam”.
     Para pemimpin seharusnya tidak melakukan hal seperti itu, justru para pemimpin harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil hati rakyat. Karena rakyat lebih membutuhkan perhatian/keprihatinan para pemimpin dalam pendekatan dan penanggapan, sehingga pengarahnya harus di lakukan untuk kepentingan nasional terutama kepentingan ekonomi rakyat. Meskipun demikian saya sebagai seorang mahasiswi, berharap para anggota politik maupun pemimpinnya bisa lebih bijaksana lagi dalam mengatasi masalah-masalah di Negara ini. Sebenarnya tidak begitu sulit untuk memisahkan PARPOL dari BUMN, karena dua-duanya sama-sama memiliki tujuan yang sama, Yaitu “Demi Kepentingan Negara dan Kesejahteraan Rakyat”.

Suriana Juniarti (27212205)

Menurut saya, hubungan BUMN dan PARPOL yang sulit dipisahkan ini akan memberikan dampak yang negative bagi BUMN itu sendiri. Apalagi disini dikatakan “Pada masa tersebut BUMN hanya dikuasai partai politik tertentu, tetapi saat ini oleh beberapa partai politik seiring dengan bertambahnya jumlah partai politik.” Sehingga menyebabkan Negara ini banyak urusan dicampuri politik, termasuk BUMN ini. Apalagi, BUMN saat ini dini­lai masih boros, karena antara biaya ope­rasional dengan profit yang diha­silkan tidak se­banding. Masyarakat pasti dapat menduga bahwa pemborosan yang terjadi karena banyak ke­putusan yang tidak berbasis pada perhitungan bisnis, melainkan pa­da perhitungan politik.
Oleh karena itu, seharusnya Pemerintah  menyarankan BUMN seharus­nya diberikan ke­sempatan untuk  me­ngembangkan bisnisnya.Perusahaan BUMN sebaik­nya diberikan keleluasaan untuk ber­kembang. Padahal kegiatan dan hasil dari BUMN itu sendiri akan memberikan peningkatan perekonomian bangsa. Dan tidak hanya itu, dapat dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Wardah Solihah (27212659)

Setelah saya membaca artikel diatas mengenai “BUMN dan Parpol Sulit Dipisahkan?”
Maka saya dapat memberikan aurgumen hubungan antara badan usaha milik negara dan partai politik tidak terpisahkan. Menurut saya, hubungan ini sudah terjadi sejak era Orde Baru. Pada masa tersebut BUMN hanya dikuasai partai politik tertentu, tetapi saat ini oleh beberapa partai politik seiring dengan bertambahnya jumlah partai politik.

"Anggap saja dalam  warna. Dulu (Orde Baru) kan biasanya kelompok kuning yang menguasai BUMN. Sekarang sudah ada warna lainnya, seperti warna biru, hijau, merah. Ya, seperti warna pelangi. Negara ini memang sudah banyak urusan dicampuri politik, termasuk BUMN ini," Campur tangan partai politk dalam BUMN sebenarnya bukan menjadi rahasia umum lagi. Praktek tersebut memang sudah ada sejak dulu. Hal itu lah yang membuat citra BUMN sebagai kendaraan politik yang syarat Korupsi, Kolusi dan Nepostisme (KKN) menjadi buruk di mata masyarakat. bahwa kehancuran BUMN selama ini lebih disebabkan karena faktor KKN yang terjadi sejak zaman orde baru karena adanya unsur intervensi dari partai politik itu sendiri. Saya juga mengutip  “kentalnya campurtangan politik mengakibatkan keputusan yang diambil perusahaan tidak lagi murni untuk kepentingan perseroan. Ada saat tertentu BUMN memang harus didukung secara politik, agar mampu berkompetisi, mendorong daya saing, meningkatkan kinerja, dan mendapatkan akses pasar.

☂hαñk Ψσù☺

Kamis, 18 April 2013

Dasar Pemasaran

Nama    : Setiyanti Rianta
NPM     : 26212947
Kelas     : 2EB18
Dosen    : Aris Budi


Matkul : Ekonomi Koperasi

BUBUR TIM PROMINA

Promina Bubur Tim Ayam, Tomat & Wortel
Promina mengerti bahwa tekstur makanan bayi untuk usia 8 bulan ke atas haruslah tepat. Tidak terlalu lembut dan juga tidak terlalu kasar, agar menstimulasi oromotor bayi.

Promina Bubur Tim diformulasikan dari bahan-bahan terbaik agar menyerupai bubur tim buatan sendiri. Teksturnya sangat baik untuk melatih bayi belajar menggigit dan mengunyah.

Diperuntukkan bagi bayi berusia 8 bulan lebih, Bubur Tim Promina dapat menjadi alternatif bubur kukus buatan rumah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi sekaligus menolong proses mengunyah dan pencernaan bayi.

Ukuran Kemasan
  •     Kotak 100 gr 4 sachet @ 25 gr
  •      1 karton isi 24 kotak

Manfaat Produk
  • Mengandung Omega 3, Omega 6 dan lesitin untuk membantu perkembangan sel-sel  otak bayi
  • Mengandung Prebiok untuk membantu proses pencernaan dan melindungi dari penyakit
  • Diproduksi secara higienis tanpa zat pewarna dan perasa tambahan

Petunjuk Penggunaan
  • ·         Porsi awal: 1 sachet (25 g), sehari sekali
  • ·         8 bulan: 1 sachet (25 g), 2–3 kali sehari

Variasi Rasa
  • ·         Ati Ayam
  • ·         Ikan Bilis & Sayur
  • ·         Ayam & Jagung
  • ·         Ayam, Tomat & Wortel
  • ·         Daging & Brokoli
  • ·         Ikan Salmon & Saus Jeruk
  • ·         Pasta Ayam & Bayam

Komposisi
Beras, susu skim bubuk, minyak bubuk, tepung tapioka, tepung ayam, tomat, wortel, bumbu, frukto oligosakarida, gula, garam, mineral, premiks vitamin, dan minyak ikan (mengandung campuran antioksidan tokoferol dan L-askorbil palmitat).

Mengenal Pasar/Konsumen
Yang terlibat dan harus diperhatikan dalam proses pembelian konsumen, yaitu:

 Ø Yang memiliki ide
    Yang memiliki ide untuk melakukan pembelian bubur tim Promina adalah (dominan) ibu atau bisa juga si ayah. Mengapa ibu/ayah? Ini dikarenakan si bayi belum mengerti apa yang ia butuhkan.

 Ø Yang membutuhkan produk
    Yang membutuhkan produk bubur tim Promina ini adalah si bayi sendiri agar si bayi dapat menstimulasi oromotornya, untuk melatih belajar menggigit dan mengunyah, dan sangat baik untuk pencernaannya.

 Ø Yang memutuskan pembelian
     Yang memutuskan pembelian bubur tim Promina adalah dominan si ibu atau bisa juga si ayah. Mengapa ibu atau ayah? Sudah jelas, karena si bayi belum dapat melakukan transaksi/pembelian sendiri.

 Ø Yang memiliki uang
    Yang memiliki uang adalah dominan si ayah atau bisa juga si ibu. Mengapa dominan ayah? Karena umumnya yang bekerja dan memiliki uang adalah si ayah tapi tidak terpungkiri juga apabila si ibu memiliki uang karena pada era sekarang ini sudah banyak ibu yang bekerja dan memiliki uang.

 Ø Yang melakukan pembelian
    Dalam hal ini, banyak yang dapat berperan untuk melakukan pembelian bubur tim Promina, antara lain: ibu, ayah, nenek, kakek, kakak si bayi, saudara sepupu, atau pembantu rumah tangga, dan lain-lain.

 Ø Yang menggunakan
      Sudah jelas yang menggunakan bubur tim Promina adalah si bayi tersebut.

Kesimpulan:
Dari 6 hal di atas mengenai yang terlibat dalam proses pembelian, hal yang paling harus diperhatikan adalah “yang memutuskan pembelian” karena pada saat itulah terjadinya transaksi/pembelian produk oleh konsumen kepada produsen.

Rabu, 03 April 2013

Perekonomian Indonesia Tugas Minggu Ke-1

Sistem Ekonomi Indonesia Harus Berubah

Prabowo Salahkan Sistem Ekonomi

 Penulis : Wisnu Aji Dewabrata | Jumat, 3 Juli 2009 | 19:38 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung sistem ekonomi yang belum berhasil menyejahterakan rakyat Indonesia. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam orasinya di depan ribuan massa pendukung Megawati-Prabowo di lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (3/7).
Kampanye tersebut rencananya dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri dan Prabowo. Namun, hanya Prabowo yang hadir sedangkan Megawati berhalangan hadir.
Prabowo mengatakan, sejak Indonesia merdeka, sistem ekonomi yang ada tidak membawa kemakmuran. Sistem ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang, kelompok yang kaya semakin kaya tetapi kelompok yang miskin semakin miskin.
"Kami ingin mengubah sistem ekonomi yang keliru dan kembali ke sistem ekonomi sesuai Undang-Undang Dasar. Kekayaan Indonesia harus kembali dinikmati bangsa Indonesia," kata Prabowo.

1.   Setiyanti Rianta (26212947)
Saya setuju dengan artikel ini, karena memang kenyataan sejak Indonesisa merdeka, sistem ekonomi berpola ortodoks, tidak membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Sistem ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang, sekelompok orang yang kaya semakin kaya tetapi kelompok yang miskin semakin miskin. Kekayaan Indonesia harus kembali dinikmati bangsa Indonesia, bukan dijual ke negara lain dan juga bukan ketergantungan mengimpor barang dari negara lain. Jadi saya sangat setuju sistem Indonesia harus berubah menjadi sistem ekonomi heterodoks dan ekonomi yang pro terhadap kepentingnan nasional. Dengan adanya ekonomi heterodoks ini, maka kita akan menyegarkan, mempluralkan, dan mendemokrasikan ilmu ekonomi, serta membuat sistem ekonomi yang lebih sesuai dengan konteks masyarakat dan kebutuhahn rakyatnya agar dapat membawa kemakmmran bagi rakyat dan yang pasti membawa lebih banyak manfaat dan dampak positif bagi Indonesia.

2.      Siti Latifah (27212060)
Saya setuju dengan pendapat Pak Prabowo Subianto tersebut, bahwa pada kenyataannya    perekonomian di Indonesia ini sangat tidak stabil dan tidak adil. Karena yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Seharusnya Negara kita ini menganut sistem ekonomi kerakyatan atau sistem ekonomi yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Karena dengan menganut sistem ekonomi kerakyatan negara kita ini akan adil dan sejahtera kepada rakyat-rakyat kecil. Sebenarnya sumber kemiskinan di Indonesia ini terjadi karena sistem ekonomi yang salah dan kesombongan para pemimpin bangsa. Pak Prabowo memberi contoh, sejak tahun 1997-2008 seharusnya keuntungan yang didapatkan pemerintah dari ekspor impor sebesar Rp 250 triliun per tahun. Namun Bank Indonesia selalu menyatakan bahwa devisa negara tak pernah diatas 60 miliar dollar AS. Kemana 240 milliar dollar? Ini belum ada jawaban dari pemerintah karena sistem yang dianut adalah sistem liberal. Bebas membocorkan kekayaan negara dan mengalir keluar negeri, ungkap putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo ini.
Sebenarnya negara kita ini kaya akan sumber daya alamnya. Buktinya batang saja bisa menjadi singkong. Nah, karena di Indonesia pengetahuan pendidikan sangat minim, jadi rakyat kecil tidak begitu tau banyaknya hal penting yang ada di Negara kita ini. Seharunya  pemerintah memanfaatkan kekayaan alam yang ada ? Jika saja pemerintah berfikir dengan baik dan cerdik pasti Negara kita ini bisa membuat lapangan kerja untuk rakyat-rakyat kecil dan mengurangi pengangguran yang ada. Ya walaupun hanya bekerja  mengolah lahan yang kosong untuk di jadikan sawah/lahan pertanian, tetapi hal itu sangat penting dan bermaanfaat bagi rakyat kecil untuk mendapatkan uang dan sesuap nasi.

3.      Suriana Juniarti (27212205)
Dalam artikel ini, opini Prabowo terhadap sistem ekonomi di Indonesia dapat dikatakan benar bahwa sistem ekonomi belum berhasil mensejahterakan rakyat Indonesia. Prabowo mengatakan, sejak Indonesia merdeka, sistem ekonomi yang ada tidak membawa kemakmuran. Setuju, sebab hal ini terbukti dari kondisi rakyat Indonesia yang memprihatinkan dapat kita lihat dari tingginya peengangguran, tingginya tingkat kemiskinan, di Indonesia. Seharusnya, tercapainya kemakmuran yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan kebendaan angota masyarakat adalah tujuan akhir dari suatu sistem ekonomi.
Dan apabila sistem ekonomi Indonesia kembali ke sistem ekonomi UUD maka haruslah sistem ekonomi tersebut dapat mengubah bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik terutama kemakmuran rakyatnya. Seperti halnya bumi, air, dan kekayan alam yang ada di Indonesia dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat dan memberikan kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.

4.      Wardah Solihah (27212659)
Setelah saya membaca artikel diatas saya dapat memberi argumen bahwa secara umum, kita semua sudah tahu apa-apa saja yang menjadi masalah dan sumber masalah ekonomi di Indonesia. seperti masalah pengangguran, kemiskinan, sulitnya kesehatan, sulitnya pendidikan, keamanan bahkan ulah para koruptor, dan sebagainya.
Waktu itu saya pernah membaca berita di salah satu koran  pasangan Megawati-Prabowo sepakat untuk membangun ekonomi kerakyatan. Bahkan, pasangan ini sudah berbagi tugas. Prabowo ditugaskan menangani masalah perekonomian untuk fokus membangun ekonomi kerakyatan .Namun, kita pun tidak mungkin lupa pada masa kepemimpinan Megawati pula aset-aset negara banyak dijual atas nama privatisasi.
Apa yang para capres dan cawapres tersebut ucapkan hanyalah sebatas wacana tanpa solusi nyata untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa ini? Nah, untuk itu dalam mewujudkan perekonomian yang mandiri dibutuhkan ketegasan dalam menghentikan campur tangan asing. Salah satunya dengan menutup pintu masuk campur tangan asing itu, yaitu utang luar negeri. Maka dari itu Indonesia akan lebih sejahtera bersama rakyatnya "Saya pun setuju dengan pendapat pak Prabowo dengan mengubah sistem ekonomi kembali ke sistem ekonomi sesuai Undang-Undang Dasar sehingga kekayaan Indonesia dapat kembali dinikmati bangsa Indonesia.

Kamis, 03 Januari 2013

Pengantar Manajemen

PT. UNILEVER INDONESIA, TBK



SEJARAH PT. UNILEVER INDONESIA, TBK
Unilever (IDX: UNVR; Euronext: UNA; NYSE: UN; LSE: ULVR) adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. Perusahaan ini mempekerjakan 206.000 pekerja.
Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.
Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981.dan mempunyai lebih dari 1000 supplier.
Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia:
·   PT Anugrah Lever - didirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain
·        PT Technopia Lever - didirikan pada tahun 2002 dan bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
·         PT Knorr Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004




Kronologi
1920-30 :Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933 :Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936 :Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta
1941 :Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46 :Kendali oleh Unilever dihentikan (Perang Dunia II)
1965-66 :Di bawah kendali pemerintah

1967 :Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981 :Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982 :Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988 :Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990 :Terjun di bisnis teh
1992 :Membuka pabrik es krim
1995 :Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98 :Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999 :Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000 :Terjun ke bisnis kecap
2001 :Membuka pabrik teh – Cikarang
2002 :Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003 :Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004 :Terjun ke bisnis makanan ringan
2005 :Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008 :Terjun ke bisnis minuman sari buah
2010 :Meluncurkan produk terbaru, yaitu Pure It


STRUKTUR ORGANISASI PT. UNILEVER INDONESIA, TBK
Dalam suatu perusahaan diperlukan adanya kegiatan-kegiatan manajemen yang baik dan terarah. Salah satu fungsi manajemen itu adalah pengorganisasian, yaitu suatu proses penentuan dan pengelompokan peraturan dan macam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada tanggung jawab masing-masing bagian sehingga mempermudah pimpinan untuk mengadakan pengawasan dan meminta tanggung jawab atas tugas yang telah dibebankan pada masing-masing bagian, menetapkan wewenang secara langsung didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas.
Dengan adanya penyusunan organisasi tersebut PT. Unilever Indonesia, Tbk dalam kegiatannya akan berjalan dengan lancar sebagaimana yang diharapkan oleh sebuah organisasi. Adapun struktur organisasi PT. Unilever Indonesia, Tbk sebagai berikut:
  
Struktur Organisasi
PT. Unilever Indonesia Tbk
PRODUK PT. UNILEVER INDONESIA, TBK

PT. Unilever Indonesia, Tbk. yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer product yang mempunyai peran penting di Indonesia. Unilever adalah produsen merk-merk terkenal di seluruh dunia yang juga terkenal di tingkat regional dan lokal, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band, Royco, Sariwangi, Bango, Taro dan masih banyak lagi.
Posisi Unilever yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan regional yang diterima oleh perusahaan. PT. Unilever Indonesia, Tbk melalui brand-brand-nya kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih peringkat dalam ”Packaging Consumer Branding Award 2005” yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan majalah SWA dan MIX.
Berikut adalah peringkat yang diraih oleh brand-brand Unilever dalam setahun Indonesia Packaging Consumer Award 2005. Sunsilk, Pepsodent, Lux, Molto, Lifebuoy, Axe dan Clear merupakan merk produk perawatan rumah dan tubuh (Home and Personal Care) yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk produk makanan dan ice cream, ada Blue Band yang legendaris, Bango, Sari Wangi, Royco dan Wall’s. Masih ada sederet merk produk lagi yang bila disebutkan satu persatu namanya, terasa sangat akrab dengan kehidupan kita.
Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk:
  • ·         Surf
  • ·         Rinso
  • ·         Buavita
  • ·         Sunsilk
  • ·         Taro                         
  • ·         Pepsodent                                            
  • ·         Molto
  • ·         Lifebuoy
  • ·         Clear
  • ·         Close Up
  • ·         Citra
  • ·         Axe
  • ·         Royco
  • ·         Kecap Bango
  • ·         SariWangi
  • ·         Blue Band
  • ·         Wall's
  • ·         Sunlight
  • ·         Pond's
  • ·         Lux
  • ·         Rexona
  • ·         Pure It
  • ·         CIF
  • ·         Vaseline
  • ·         Dove
  • ·         Domestos Nomos
  • ·         Viso
  • ·         Wipol
  • ·         Vixal
  • ·         Lipton
  • ·         She
  • ·         Molto

MARKETING PT. UNILEVER INDONESIA, TBK
PT. Unilever Indonesia, Tbk merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi barangkonsumen demi memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan. Untuk menjaga keeksistensiannya dalam persaingan global maka PT. Unilever Indonesia, Tbk mempersiapkan beberapa strategi diantaranya sebagai berikut :

  1. 1.      BERFOKUS PADA PELUANG PASAR

PT. Unilever Indonesia, Tbk dalam menjaga keeksistensiannya di dalam persaingan global yang semakin meningkat, melakukan promosi melalui media elektronik. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia, Tbk tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship, mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT. Unilever Indonesia, Tbk seperti Kecap Bango, Pepsodent,Shampo Pantene, dan lain-lain. Karena jika promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT Unilever Indonesia tidak mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian pelanggan. Kupon belanja gratis produk Unilever adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah. Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public Relations), promosi penjualan, dan penjualan personal. Peranan merk produk juga sangat berperan penting, karena merk merupakan simbol dari sebuah produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merk yang berbeda- beda. Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna produk Unilever. Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di pasar konsumen Indonesia. Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran, baik dalam cakupan nasional maupun internasional. Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever selain memantau jalannya proses globalisasi dari para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa yang disebut dengan inovation treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan. Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brand Unilever. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung mengenai sasaran, untuk evaluasi ke depannya PT. Unilever Indonesia, Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding, design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Unilever, Tbk. Promosi strategi yang dapat dilakukan oleh PT Unilever, Tbk yaitu:
a.       Periklanan
→ semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
b.      Promosi Penjualan
→ berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
c.       Hubungan Masyarakat dan Publisitas
→ berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
d.      Penjualan Secara Pribadi
→ interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan.
e.       Pemasaran Langsung
→ penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Akan tetapi dengan bertambahnya zaman, persaingan pasar semakin ketat, berkembangnya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:
1.      Advertising
2.      Consumer Sales Promotion
3.      Trade Promotion and Co-Marketing
4.      Packaging. Point Of Purchase
5.      Personal Selling
6.      Public Relations
7.      Brand Publicity
8.      Corporate Advertising
9.      The Internet
10.  Direct Marketing
11.  Experiantial Contact: Event, Sponsorship
12.  Customer Service
13.  Word Of Mouth Consumer – Market Sales Promotion Techniques:
·         Kupon
→ Sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan harga seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu.
·         Price-Off Deals
→ Memberikan potongan harga langsung di tempat pembelian.
·         Premium and Advertising Specialties
→ Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relatif rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.
·         Contest and Sweeptakes
→ Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai, perjalanan, atau barang-barang karena membeli sesuatu.
·         Sampling and Trial Offers
→ Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa (pemberian contoh produk).
·         Brand Placement
→ Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan memasukkan produk pada sebuah acara televisi atau film.
·         Rebates
→ memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukan pada toko pengecer.
·         Frequency
→ Program ini merupakan salah satu teknik yang mengarah kepada program-program yang berkelanjutan seperti menawarkan konsumen diskon atau hadiah langsung gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganandari merk atau perusahaan yang sama.
·         Event Sponsorship
→ Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, membuat merk sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas merk meningkat bersamaan dengan para penonton di acara.
Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang sesuai dengan keinginan dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya dengan cita rasa negaranya.
Unilever telah membuka cabang perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk yang sesuai dengan cita rasa Indonesia seperti kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas dari Indonesia. Untuk itu Unilever membuat produk kecap Bango untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia. Walau kecap bango bukan produk asli buatan Unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap Bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih iklan yang ditampilkan di media tentang produk kecap Bango sangat mencerminkan negara Indonesia. Dengan model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan lebih membangun image Unilever di mata konsumen di Indonesia. Konsumen akan mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap Bango karena terkesan melihat iklan yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli merk tersebut namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, kualitas sangat penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang dilakukan perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan maka promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja.
  1. 2.      KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH

Dengan menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistem pengisian kembali persediaan yang melegenda melalui mili pada tempat pedagang eceran. Sistem mili mengirimkan pesanan atas barang dagang baru secara langsung kepada pemasok ketika pelanggan membayar pembelian mereka pada kasir. Terminal titik penjualan mencatat kode barang setiap barang yang melewati kasir dan mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada komputer pusat pedagang eceran. Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko eceran dan mengirimkannya ke pemasok. Pemasok juga dapat mengakses data penjualan dan persediaan pedagang eceran menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu membuat pedagang eceran mempertahankan biaya rendah sambil menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dampaknya bagi pelanggan adalah ketidaktertarikannya beralih ke produk lain akibat harga produk Unilever rendah dan terjangkau.
  1. 3.      DIFERENSIASI PRODUK

Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan masih banyak lagi kemasannya.

  1. 4.      MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK

Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi.dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan tanya jawab kepada para konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh.

 CARA PEREKRUTAN SDM PT. UNILEVER INDONESIA, TBK
PT. Unilever Indonesia, Tbk merupakan perusahaan swasta yang memiliki tingkat perkembangan yang cukup pesat. Hal ini tentunya berjalan bersamaan dengan peningkatan kebutuhan akan tenaga kerja. Permasalahan yang muncul adalah karyawan hasil proses rekrutmen secara reguler kurang mampu untuk beradaptasi dengan tanggung jawab pekerjaan dan lingkungan yang baru.
Menurut Rivai (2004), pekerja yang tidak produktif merupakan kerugian yang besar terhadap perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Human Resources Department
PT. Unilever Indonesia, Tbk mendesain suatu program perekrutan, seleksi, dan pelatihan yang tergabung dalam program Latihan Kerja (LATKER). Program LATKER adalah suatu program yang  merupakan bagian dari proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang didalamnya dilakukan suatu pemberian keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Peserta program ini memiliki status tidak terikat kerja dengan perusahaan.
Dengan desain program LATKER, PT. Unilever Indonesia, Tbk berharap  mendapatkan karyawan dengan tingkat kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan mampu beradaptasi secara langsung setelah proses pengangkatan menjadi karyawan dilakukan. Dengan kata lain program ini nantinya mencetak calon-calon karyawan yang produktif. Program Latihan Kerja (LATKER) ini di dalamnya merupakan gabungan antara  on the job training  dan  off the job training.  On the job training adalah suatu metode pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor, sedangkan ceramah kelas dan presentasi video merupakan bagian dari off the job training (Rivai, 2004). 
Tipe seleksi ini memungkinkan perusahaan untuk mengetahui kepribadian dan kemampuan calon dengan lebih mendalam. Tingkat efektivitas program LATKER ini dapat dilihat dari kepuasan  supervisor terhadap kemampuan karyawan hasil program menyesuaikan dengan budaya perusahaan dan kinerja yang dimiliki oleh karyawan.
Program LATKER efektif digunakan sebagai metode penerimaan karyawan di PT. Unilever Indonesia, Tbk karena semua harapan kemampuan seorang karyawan mampu dipenuhi dengan diadakannya program LATKER. Dengan adanya program LATKER ini juga mampu menutup kelemahan adaptasi kerja karyawan baru yang terdapat pada penerimaan karyawan secara normal.

REFERENSI: